Dalhadi Tuding FGLPH Direkayasa Menjatuhkan

BE/Kamis, 12 Maret 2009

Siapa forum itu? Keberadaannya saja tidak jelas dan berani-beraninya mengatasnamakan Forum Generasi Lebong. Kalau pun ada, jangan-jangan pembentukannya mendadak dan dibayar oleh oknum tertentu untuk melaporkan masalah saya ke Panwaslu Provinsi, kata Bupati

Dalhadi kepada wartawan kemarin Seperti dijelaskannya, musibah tahun 2002 sebelum dirinya menjadi Bupati Lebong telah diselesaikan hingga ke pengadilan. Sehingga, saat mencalonkan diri menjadi Bupati Lebong, Kepala Pengadilan Negeri Arga Makmur tidak bisa memutuskan agar pencalonan Dalhadi di bursa Pilkada dibatalkan.

Menurut Dalhadi, sebelum keluar dari pengadilan, dirinya bersedia bertanggung jawab atas kejadian itu. Itu dibuktikannya dengan menjadikan anak korban bernama Surya Ningsih sebagai anak angkat dan disekolahkan sampai tamat.

Tidak hanya di pengadilan, melainkan jalur adat pun sudah ditempuh dan itupun sudah selesai. Perlu saya luruskan, bahwa saat peristiwa naas 2002 itu, korban sendiri tidak langsung meninggal di TKP. Korban meninggal setelah satu pekan dirawat di rumah sakit, jelas Dalhadi.

Oleh sebab itu, lanjut Dalhadi, jika benar forum itu ada dan mau mengadukan masalahnya ke pihak-pihak terkait, Dalhadi mengaku tak ada masalah. Karena semuanya sudah selesai. Dan saya yakin, memang ada oknum yang sengaja menunggangi atau mendalangi forum itu, kata dia.

Meski begitu, Dalhadi sendiri tampaknya belum tahu identitas oknum yang dia curigai bermain di balik manuver FGLPH. Siapa sebenarnya yang mengungkapkan masalah itu dan ada apa dengan dirinya. Apakah kinerja saya telah merugikan mereka sampai-sampai kasus lama yang sudah selesai diangkat lagi. Saya minta bekerjalah secara profesional dan proporsional. Jangan bekerja hanya untuk mencari keuntungan sesaat belaka, kata Dalhadi.

Apakah gerakan FGLPH itu ditujukan untuk mengganjal bapak pada Pilkada 2010?

Kalau memang itu maunya, terang-terangan saja lah. Kalau benar begitu, berarti forum itu memang dibentuk dan dibayar hanya untuk menjegal saya, jawab Dalhadi.

Tapi lagi-lagi Dalhadi menyangsikan eksistensi FGLPH. Ia menduga kuat, nama itu hanya rekayasa. Bila memang ada, ia juga yakin orientasinya hanya untuk profit semata.

Berapa sih mereka dibayar oleh oknum tertentu. Forum itu juga tidak jelas keberadaannya. Generasi Lebong yang mana yang dimaksud. Saya ingin tahu apa kepentingan mereka melaporkan permasalahan dirinya ke Panwaslu Provinsi Bengkulu, cecar Dalhadi. (467)

By Akar Foundation Posted in Lebong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s