Brimob Curup Temukan 6 Kubik Kayu Di Wilayah Hutan TNKS

Senin, 12-Mei-2008

http://www.harianrakyatbengkulu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=1201

CURUP – Jajaran Brimob Kompi Pelopor 2 Curup berhasil menemukan sekitar 6 kubik kayu yang tak bertuan. Kayu yang seluruhnya berjenis Meranti/Balam ini ditemukan di hutan TKNS berdekatan dengan Desa Susup Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Utara. Brimob berhasil mengamankan temuan ini pada Jumat (9/5) lalu sekitar pukul 22.00 WIB.
Saat ditemukan, kayu-kayu ini dalam kondisi siap diangkut. Karena sudah dalam bentuk kayu balok dan juga papan. Rincian jumlahnya, 73 batang ukuran 7x14x4 meter, 55 batang ukuran 10x10x4 meter, 4 batang balok kaleng, 3 keping papan ukuran 3x25x4 meter serta 1 keping papan ukuran 5x25x4 meter.

Disampaikan Wadanki Kompi Pelopor 2 Curup, Ipda. Doli. M. Tanjung temuan ini berkat informasi yang disampaikan masyarakat kepada persone Brimob yang melakukan pengamanan di PLTA Musi Ujan Mas Kepahiang. “Dari informasi itu, kita langsung melapor kepada Kasat Brimobda Bengkulu, bapak AKBP. Gatot Haribowo, S.IK dan beliau memerintahkan untuk segera mengamankan kayu-kayu itu. Kemudian kita juga berkoordinasi dengan Kasat Polres Kepahiang dan Polres Bengkulu Utara,” ujar Doli kemarin (11/5).

Sayangnya saat sampai di lokasi tersebut, tim Briob dengan kekuatan 15 persone ini tidak menemukan pemilik kayu. Setelah memastikan jika kayu-kayu itu hasil ilegal logging, tim langsung mengamankannya di Pos Satpam Power House yang merupakan pos terdekat dari titik temuan kayu. Setelah berhasil diamankan, kita kembali melakukan koordinasi dengan Polres Bengkulu Utara untuk tindak lanjut temuan ini.

Karena wilayah tempat ditemukannya kayu-kayu ini masuk wilayah Bengkulu Utara, makanya BB (barang bukti) kita serahkan ke Polres Bengkulu Utara,” tambah Doli.

Berdasarkan penuturan Doli, lokasi ditemukannya kayu-kayu ini cukup jauh. Untuk sampai di lokasi tim harus berjalan kaki sekitar 1 jam dari PLTA Musi. Pasalnya, jalan yang ada hanya jalan setapak, jadi tidak memungkinkan jika menggunakan kendaraan motor.“Untuk mengamankan kayu-kayu ke Pos Satpan, kita harus menurunkannya dari daerah perbukitan tempat penemuan.

Kita menggunakan jalur sungai untuk sampai di Pos Satpam. Namun yang pasti, tempat ditemukankannya kayu-kayu ini adalah hutan TNKS,” timpal Doli.(pie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s