Bupati Dalhadi Desak Usut Pengrusakan Pos Jadi Preseden Buruk

RB/Kamis, 08-Mei-2008,

http://www.harianrakyatbengkulu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=1145

LEBONG – Bupati Lebong Drs. H. Dalhadi Umar, B. Sc meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus sperusakan pos jaga dinas kehutanan. Menurutnya, aksi perusakan tersebut sudah tidak bisa ditolerir lagi. Apalagi, sasaran aksi tersebut adalah aset negara yang berfungsi ikut memberantas praktek yang dilarang negara. “Harus diusut. Apabila tidak, pasti akan menjadi preseden buruk bagi Lebong,” tegas Dalhadi kepada RB saat dihubungi siang kemarin.


Seperti dilansir kemarin, sebanyak 6 orang warga Desa Rimbo Pengadang merusak pos jaga Dishutbun di Desa Air Dingin. Kendati tidak menimbulkan korban luka, namun aksi yang dilakukan kisaran pukul 16.40 WIB (6/5) itu mengakibatkan satu unit radio telekomunikasi, sejumlah meja, kursi, tempat tidur, papan merek pos jaga dan portal penghalang jalan rusak. Diperkirakan kerugian yang dialami lebih dari Rp 10 juta. Aksi tersebut diduga dipicu tindakan petugas Dishutbun menyita kayu milik Ra’is Warga Rimbo Pengadang.

Memang, lanjut Dalhadi, era demoktratisasi bisa berarti era kebebasan dalam menyampaikan pendapat atau bersikap. Namun, kebebasan tersebut memiliki batasan. Pembatasnya adalah aturan. Karenanya, kebebasan dalam konteks demokrasi tidak bisa diterjemahkan dengan bebas sebebas-bebasnya. Apalagi dalam menyampaikannya sampai melakukan perusakan. “Kalau sudah merusak, itu artinya salah. Sudah melawan aturan. Karenanya sudah melawan aturan, maka pelakunya harus diproses secara hukum,” kata Dalhadi.

Dalhadi menambahkan pengusutan juga harus dilakukan terhadap dugaan praktek illegal logging. Kendati pemilik kayu mengaku tindakan menebang dan mengolah kayu telah berizin, namun harus tetap bisa dibuktikan secara hukum. Apabila pengakuan tersebut terbukti benar, maka dia berjanji akan memberikan sanksi kepada tim. “Kalau ternyata benar sudah berizin, itu artinya tim yang menyita kayu telah melakukan kesalahan. Sudah tentu, mereka akan saya berikan sanksi. Dan kayu milik warga tersebut pasti akan dikembalikan,” kata Dalhadi.

Dikatakan Dalhadi, keseriusan menegakan aturan merupakan suatu keniscayaan. Apalagi Lebong terkategori Kabupaten baru. Sehingga, setiap perbuatan yang dilakukan aparatur negara pasti menjadi perhatian masyarakat. Karenanya, keseriusan tindakan mengusut kasus perusakan tersebut sangat penting dilakukan. Mengingat aksi perusakan pos jaga tersebut telah dilihat banyak orang. “Setiap langkah, ditonton orang. Buldozer bekerja saja, ditonton orang,” kata Dalhadi yang mengaku dalam perjalanan menuju ke TKP. (dmi)

By Akar Foundation Posted in Lebong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s