Warga Desak Tutup Tambang Koral Liar

BE/Kamis, 13-Maret-2008, 04:49:39

 

 

 


KEPAHIANG, BE – Akibat dari penambangan koral liar yang dilakukan masyarakat di sepanjang aliran sungai Sempiang di Desa Dusun Kepahiang, lahan persawahan dan kebun masyarakat yang ada di sepanjang aliran itu mengalami kerusakan karena abrasi yang ditimbulkannya. Tidak hanya itu, lahan persawahan milik 11 orang petani dari Desa Dusun Kepahiang, Desa Kampung Bogor dan Kelurahan Pensiunan yang luasnya sekita 10 hektar
tidak dapat lagi difungsikan, karena siring tempat aliran air yang digunakan petani yang ada di pinggir aliran sungai itu juga mengalami abrasi.

Kami meminta pemerintah untuk dapat menutup penambangan liar tersebut. Dimana sawah yang kami miliki sebagian tanahnya sudah longsor dan saat ini sudah tidak dapat lagi untuk ditanami, karena siring aliran airnya tidak ada lagi sudah ikut lonsor, ujar Rudi yang mewakili petani lainnya.

Dijelaskannya, penambangan liar itu sendiri sudah berjalan sekitar tiga tahun ini dan tahun 2007 tanah yang ada disepanjang aliran sungai sempinag itu sudah mulai mengalami abrasi.

Kini lahan persawahan dan kebun yang ada di pinggir sungai itu sudah sekitar 2-4 meter yang longsor. Sungai pun saat ini sudah dalam sebatas dada. Dulunya hanya sebatas betis dan dapat untuk kami menyeberang. Kini kami juga sudah tidak dapat lagi menyeberang sungai itu, jelas Rudi.

Dikatakan Rudi, permasalahan yang di hadapi 11 petani dari 3 desa tersebut diantaranya Miffudin, Sirajudin, Sunariya, M.Husni dan Aswari itu sendiri telah mereka sampaikan kepada BuPati Kepahiang. Permasalahan yang kami hadapi ini, juga telah kami sampaikan secara
tertulis kepada Bupati Kepahiang pada tanggal 2 Pebruari lalu dengan tembusan DPRD Kepahiang dan Dinas Pertambangan dan ESDM, ungkapnya.

Lebih lanjut Rudi mengatakan, sekitar satu minggu kemudian, dari pihak Bapedalda ada turun mengecek kelokasi. Mereka mengatakan, dari hasil temuan ini akan segera dilaporkan ke Bupati. Hanya saja hingga saat ini belum ada tindak lanutnya. Sementara penambang tersebut masih terus melakukan aktifitasnya mengambil koral tersebut dengan mengunakan ban
yang dapat membuat sekitar 1 kubik koralnya.

Selain itu, para petani tersebut juga meminta perhatian dari pada wakil rakyat yang duduk di DPRD Kepahiang untuk dapat peduli terhadap permasalahan yang sedang mereka hadapi ini. Dimana untuk musim tanam tahun ini mereka tidak dapat lagi turun bertanam. Ada juga yang sudah terlanjur turun dan sudah menanam padinya, dipastikan akan mengalami
kerusakan karena tidak adanya air sama sekali.

Karena sampai saat ini belum ada pihak dari DPRD yang turun melihat permasalahan yang kami hadapi ini. Kami juga meminta kepedulian dari anggota dewan terhadap petani yang ada ini, ujarnya.(136)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s