Warga Lembak Tolak Adat RL

Bengkulu Ekpress Kamis, 23-Agustus-2007

CURUP, BE – Para pemuda Lembak melalui LSM Garda Lembak, menolak pemberlakuan adat RL sebagaimana dituangkan dalam Perda Adat yang disahkan DPRD RL. Alasannya, Lembak memiliki adat istiadat sendiri yang secara turun-temurun telah dijalankan oleh masyarakat. Dan hukum adat Lembak pun sampai saat ini masih ada dan berlaku.   

Kami menolak hukum adat yang telah disahkan oleh DPRD Kab RL beberapa waktu lalu. Pasalnya kami memiliki adat istiadat yang secara turun temurun terus kami jalani. Bahkan buku hukum adat Lembak pun sampai saat ini masih ada, ungkap Ketua LSM Garda Lembak, Ishak Burmansyah pada koran ini, kemarin.

Selain itu lanjut Ishak, bahwa hukum adat yang telah disahkan sekarang sama sekali tidak mencerminkan keadilan. Karena masyarakat RL bukan hanya suku Rejang, tapi banyak sekali suku yang menetap dan tinggal di RL ini. Sementara hukum adat yang tertuang dalam Perda adat itu semuanya mencerminkan adat istiadat Rejang.

”Lantas bagaimana dengan adat istiadat masyarakat suku lain selain Rejang? Termasuk ada suku Lembak. Maka dari itu kami dari masyarakat Lembak menolak Perda adat tersebut. Bukan hanya itu, termasuk semua isi dan ajaran dalam Perda tersebut kami tolak, tutur Ishak.

Mengapa baru sekarang dikatakan?

Sebenarnya sudah dari jauh-jauh hari kami sampaikan kepada wakil-wakil kami di DPRD Kab RL. Aspirasi masalah hukum adat ini sudah pernah kami sampaikan kepada dewan khususnya dewan asal Lembak. Tapi sepertinya tak satu pun dewan asal Lembak itu yang memperjuangkan aspirasi masyarakat Lembak.

Semestinya, jika Perda adat itu memenuhi unsur keadalan, setidaknya dalam Perda tersebut dimuatkan juga adat istiadat Lembak, paling tidak di kolaborasikanlah, apalagi suku yang mendominasi di Kab RL ini adalah Rejang dan Lembak, jadi tidak ada salahnya jika adat istiadat Lembak pun tetap disertakan dalam Perda tersebut, ungkapnya. (131)

5 comments on “Warga Lembak Tolak Adat RL

  1. namanya seenaknya saja orang rejang bikin perda adat rejang,. orang rejang bukan orang lembak. seharusnya dikolaburasi hal ini terjadi tidak ada kolaburasi orang yang bikin perda adat banyak suku rejang yang sok pintar
    sehingga orang suku lembak sedikit, pesan saya bikin aturan,peraturan harus
    yang profesional dengan rincian yang matang teliti, kalau tidak begitu jadi orang
    kampungan ,maklum jago kandang
    dari mulkalingpadangulak tanding
    tinggal di batam kerja di perusahaan japan company sbg supervisor
    10 thn tak pulang kampung

  2. betul bapak Mulkaneryadi, kita sudah upayakan untuk meroba PERDA peradilan adat di Rejang Lebong yang mengenalisir hak masyarakat asli di Rejang Lebong tentunya masyarakat Lembak, dia bukan kesatuan yang include ke dalam sistem dan adat Rejang, AMARTA sendiri sebagai organisasi Masyarakat Adat Rejang sangat anti dengan ketidak penghormatan terhadap institusi lokal dan mengenalisir sistim lokal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s