DPRD Anggap BU Mau Ngajak Perang

RB/Sabtu, 27-Oktober-2007

LEBONG- Ketua Komisi I DPRD Lebong A Bursani menilai tindakan pencopotan spanduk dan papan merek Unesco yang dilakukan Camat Giri Mulya, Bengkulu Utara, melecehkan Lebong. Secara ekstrim Bursani menilai hal itu sebagai tindakan provokatif agar terjadi bentrok fisik. Mungkin, mau mengajak perang. Kalau bukan mengajak perang, lantas apa tujuannya ?, kata Bursani.   

Oleh karena itu, sambung Bursani, pihaknya mendukung sepenuhnya langkah Camat Lebong Atas untuk melaporkan Camat Giru Mulya ke Polda Bengkulu. Mengingat selama sengketa perbatasan belum diselesaikan, maka baik Pemkab Bengkulu Utara maupun Lebong belum memiliki hak untuk melarang melakukan kegiatan.

Mereka (BU, maksudnya) bangun Sekolah, Puskesmas dan lainnya, kami tidak pernah melarang. Silahkan saja, kendati tindakan tersebut tidak diperbolehkan Gubernur Bengkulu. Sementara Lebong yang hanya memasang spanduk, langsung dicopot. Bukan kah itu bentuk pelecehan, tukas Bursani.

Di lain pihak, Bursani meminta Danrem mengecek kebenaran informasi mengenai adanya keterlibatan oknum anggota Babinsa dalam aksi pencopotan tersebut. Jika benar, Danrem harus memberikan sanksi tegas.

Kalau mereka adalah anggota Tentara Nasional Bengkulu Utara, kita maklumi. Tapi, kalau dia adalah anggota TNI, maka tindakan membantu aksi pencopotan itu patut ditindak secara tegas, kata Bursani.

Pasti Lapor Polisi

Sementara Camat Lebong Atas Tuti Maryani, S. Sos menyesalkan sikap Camat Giri Mulya Drs. Alex Feriansyah tidak mau mengaku telah mencopot spanduk dan papan merek. Dalam kapasitas sebagai seorang pejabat, hal tersebut sangat tidak pantas dilakukan. Seorang pejabat haruslah berani mempertanggungjawabkan apapun yang dilakukannya.

Sebagai pejabat, saya anggap dia pengecut. Berani berbuat, ya… harus berani bertanggung jawab. Jadi sekali lagi, dia itu bisa dianggap sebagai pejabat pengecut, tegas Tuti.

Mengenai rencana untuk mempolisikan Alex, Tuti menyatakan pasti. Itu setelah dirinya berkonsultasi dengan Bupati Lebong, Drs. H. Dalhadi Umar, B. Sc. Hanya laporan ke polisi itu bukan atas nama dirinya pribadi, tapi atas nama Pemkab Lebong.

Menurut pak Bupati, harus dilanjutkan.

Karena itu, hari ini (kemarin, red) saya akan buat laporan secara tertulis terlebih dahulu. Laporan itu akan saya sampaikan ke Bupati Lebong dan ditembuskan ke Gubernur Bengkulu dan Kapolda Bengkulu. Selanjutnya, mungkin pak Bupati langsung yang akan melaporkan kejadian itu ke Polda, kata Tuti.

Apakah aksi pencopotan itu terkait sengketa perbatasan atau karena tidak mendukung program kabupaten konservasi, Tuti belum bisa memastikan. Yang jelas, kata Tuti, tindakan mencopot spanduk dan papan merek itu sudah terkategori melecehkan. Jadi tidak bisa main-main.. Sudah menyentuh rasa etika dan moralitas, kata Tuti. (dmi)

By Akar Foundation Posted in Lebong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s