Bup Dukung Camat LA Polisikan Camat GM

BE/Senin, 29-Oktober-2007

TUBEI, BE – Rencana Camat Lebong Atas (LA) Tuti Maryani, SSos., melaporkan Camat Giri Mulya ke polisi tampaknya bakal dilakukan. Sebab, selain sudah mendapat dukungan DPRD Lebong, Bupati Lebong Drs H Dalhadi Umar BSc pun menegaskan sikap mendukung langkah tersebut.           

“Saya mendukung apa yang akan dilakukan Camat LA. Pemkab Lebong tidak akan mundur sedikitpun. Sebab, apa yang dilakukan Camat Giri Mulya (GM) sudah tidak bisa ditolerir. Aksi mencopot spanduk itu sungguh arogan,” tegas Dalhadi, Minggu (28/10) sore.

Lebih jauh, Dalhadi menduga apa yang dilakukan Camat GM sudah mengandung unsur lain. Ditambah lagi adanya keterlibatan oknum Babinsa yang dinilai sudah melewati batas kewenangannya alias sudah tidak netral.

“Saya mempertanyakan ada apa ini. Kok, seorang pejabat bertindak seperti itu. Ada apa pula oknum Babinsa yang ikut terlibat,” ujar orang nomor satu di Lebong itu.

Dalhadi tampaknya tidak akan berkompromi di luar jalur hukum terkait tindakan camat yang dinilai arogan itu. Karena itu, Dalhadi meminta Camat LA untuk tidak menunda-nunda rencana melapor ke polisi itu. “Ini harus diselesaikan secara hukum. Lebong sudah cukup mengalah. Dan selama ini, Lebong juga tidak pernah mengusik BU,” kata Dalhadi.

Apalagi, kata Bup, yang dilakukan Lebong hanya memasang spanduk ucapan selamat datang kepada lembaga dunia. Jangankan di wilayah BU, di mana pun dalam wilayah Propinsi Bengkulu, pemasangan spanduk itu tidak menyalahi aturan. “Yang disambut ini kan mewakili lembaga dunia. Sebab, Lebong dinilai menyumbang karbon dan oksigen atau menjadi salah satu paru-paru dunia. Manfaatnya juga pasti dirasakan BU. Jadi, sekalipun dipasang di Bandara, tidak akan menjadi masalah,” kata Bupati.

Di sisi lain, Dalhadi juga mempertanyakan sikap Gubernur Agusrin yang terkesan tidak tegas terhadap BU. Sebab, meski sudah dua kali melayangkan surat edaran kepada pihak bersengketa, surat edaran gubernur tidak sekalipun diindahkan BU. “BU lah yang sudah mengkakangi surat edaran gubernur. Tapi, mengapa Gub tidak ambil tindakan. Kami menilai ada kesan berat sebelah atau keberpihakan dalam soal tapal batas ini,” kata Dalhadi.

Dalhadi menandaskan, mestinya ke dua belah pihak sama-sama menahan diri. Namun, sikap BU yang tidak ambil peduli dengan edaran gub, juga memicu langkah Lebong untuk segera mendefinitifkan Kecamatan Padang Bano dan membangun sejumlah sarana pelayanan public di sana. “Ini aspirasi rakyat kami,” katanya.

Hari Ini Dilayangkan

Dihubungi terpisah, Camat Lebong Atas Tuti Maryani SSos mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan surat laporan tersebut. Rencananya, hari ini, Senin (29/10) surat berupa laporan itu akan disampaikan secara resmi ke Bupati Lebong dan ditembuskan ke pihak terkait. Antara lain, Gubernur Bengkulu, Kapolda Bengkulu, Kapolres Lebong, DPRD Lebong.

“Karena melibatkan oknum Babinsa, kami juga akan melayangkan suratnya ke Danrem,” sebut Tuti, kemarin (28/10) sore. Menurut Tuti, laporan yang akan dilayangkan itu didasarkan pada hasil pengecekan langsung pihaknya ke lokasi kejadian serta surat pengaduan Kades Padang Bano dan Forum Musyawarah Tokoh Masyarakat setempat. “Bisa jadi laporannya akan menjadi dua. Pemkab Lebong dan forum tokoh masyarakat,” ujarnya. (467)

By Akar Foundation Posted in Lebong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s