Program HKM Belum Optimal bagi Masyarakat

Metro Bengkulu/Kamis, 28 Februari 2008

Bengkulu, Metro-Direktur Eksekutif (YKS) Yayasan Konservasi untuk Sumatera- Bengkulu, Hexa Prima Putra mengatakan, program Hutan Kemasyarakatan (HKm) tidak maksimal.

Program yang berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No P.37/Menhut-II/2007 tentang Hutan Kemasyarakatan it, memberikan amanat kepada masyarakat melalui kelompok, dapat memperoleh Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm). Izin ini diberikan untuk memanfaatkan sumberdaya hutan pada kawasan hutan lindung atau kawasan hutan produksi. Perizinan dalam hutan kemasyarakatan ini, dilakukan melalui tahapan, fasilitasi dan pemberian izinnya.

Menjadi masalah saat ini, sesuai data yang di kumpulkan YKS, tanaman Kemiri pada program HKm tidak maksimal, sehingga program ini secara ekonomis belum tampak meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini berdasarkan laporan salah satu kepala Desa Tanjung Alam, Afani kepada YKS beberapa waktu lalu.

Dipaparkan Hexa, lain halnya dengan pengalaman yang disampaikan salah seorang Warga Dusun Kandang, Edi Sulaiman. Empat hektar kebun Kemiri yang ditanamnya dengan bibit lokal, setelah 5 hinga 6 tahun, mampu menghasilkan beras Kemiri mencapai 2,5-3 Ton. Namun harga beras Kemiri sekarang Rp 8000 perkilogramnya.

Menuru analisa Edi, bibit dari HKm itu tidak mampu menghasilkan buah seperti Kemeri lokal, karena tidak cocok iklim dan tanah tempat tumbuhnya. Sebelumnya dikatakan kalau program HKm mampu mengembalikan fungsi air dan mengendalikan erosi, seperti tanaman Kemiri, Durian, Petai dan Jengkol tumbuh dengan baik, setelah berumur tujuh tahun. Tapi disayangkan, tanaman yang diharapkan tidak dapat menunjang ekonomi masyarakat, hingga saat ini.

Lainnya, belum dapat memberikan manfaat secara optimal. Diharapkan kedepan, introdusir jenis tanaman dalam program HKm, agar lebih selektif, sehingga manfaatnya dapat menunjang perekonomian masyarakat. Selain itu, kelembagaan ekonomi dan sosial pendukung Hkm yang sudah ada, butuh penguatan kembali, sehingga nantinya benar-benar mampu memfasilitasi kebutuhan ekonomi masyarakat, dengan pola pelestarian sumberdaya alam secara berkelanjutan.

Di lain sisi, Hexa prima Putra juga menjelaskan, melalui program hutan kemasyarakatan, keterlibatan masyarakat lokal dalam mengembalikan fungsi hutan, dapat lebih efektif. Di sisi, masyarakat dapat memperoleh manfaat nilai ekonomis dari hutan secara langsung. Lebih penting lagi, pemerintah pusat dan daerah dapat berbagi peran dan tanggungjawab dengan masyarakat, dalam proses pembangunan kehutanan.

Seperti diketahui, untuk Propinsi Bengkulu sendiri, program HKm dilakukan di beberapa tempat sejak tahun 2000-an. Itu terjadi di Desa Air Selimang, Kandang, Kelilik, Tebat Monok, Ujan Mas,Tanjung Alam, termasuk di Desa Air Lanang yang secara administrasi masuk wilayah kabupaten Kepahang dan Rejang Lebong.

“Sekedar di ketahui juga, dalam program HKm ini untuk tanaman unggulan, yakni Pohon Kemiri (Aleurites Moluccana) sebagai budidaya unggulan. Untuk program HKM ini melibat kan 58 Kelompok dan 2.086 anggota, dengan luas lahan 2.032,5 hektar yang tersebar di sepanjang daerah aliran Sungai Musi atau di kawasan Hutan Lindung Bukit Daun” jelas Hexa.Ady

2 comments on “Program HKM Belum Optimal bagi Masyarakat

  1. saya dapat tugas tentang HKM,mu nanya emang iya gtu…?blm optimal bgi masyarakat, belum diteliti lebih lanjut kan…
    coba diteliti lagi

  2. Pak Cepi Akhmad, kita di wilayah Hkm di Bengkulu riset yang kita lakukan selama 4 Bulan inilah fotret HKm di Bengkulu, Bapak bisa ke sana (Desa Kandang, Kelilik, Tebat Monok dll) dan lihat soal ini secara objective………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s