Pelurusan Fakta: Bengkulu Dalam Lintasan Sejarah

Oleh: Hakim Benardie Sabrie

Dunia Baru, Negeri Indonesia juga pernah disebut dengan kata Antara – Nusa (Nusantara), Jabadhiou atau Javadhvipha, sebagai mana nama negeri yang pernah diperintahkan Nabi Sulaiman as kepada pelaut Phoenisia, untuk mencari emas ke-negeri yang kaya itu. Negeri yang dimaksud adalah bernama Lu-Shiangshe di Provinsi Bengkulu atau Pha-Limbham di Provinsi Banten.

Sebutan nama atau kata Nusa yang dipakai oleh para pedagang, penyebaran agama Hindhu, Bhuddha dan Islam yang datang ke Archipelago ini, untuk pertama kali dipakai di Tarumanagara pada awal abad ke-II Masehi, yang menceritakan tentang adanya negeri Nusa-Larang (Tanah Larangan) di Phalimbham dan Phanaitan (Provinsi Benten sekarang) oleh dinasti Purana atau Purnawarman. Selain itu kronik-kronik Arab, India dan Cihna menyebut negeri ini dengan istilah Phã-mnalä-yû atau Phã-mnalä-yë (Kepulauan bagaikan untaian tasbih).

Kita sekarang mengenalnya dengan istilah yang lebih disingkat lagi yaitu Mnalä-yû (Mala-yu) atau Mnalä-yë (Mala-ye). Ada juga yang menyebut nama negeri ini dengan istilah “Pulau Harapan” atau dengan kata “Samudera” (Kata Samudera adalah sebutan bagi negeri yang berada diseberang lautan Arab dan India, yaitu Indonesia ini). Tetapi ada pula yang menyebutnya dengan “Malay Archipelago” dan “Indian Archipelago”.

Sedangkan kata Indonesia pertama kali digunakan oleh J R Logan seorang peneliti Belanda tahun 1848. Sementara A. Bastian memakai kata itu tahun 1884. Selanjutnya kata itu populer dikalangan Antropologi Belanda dan bangsa Eropa lainnya. Kata “Indonesia” diambil dari terjemahan bahasa Eropa, yaitu kata INDUS + NESOS (INDUS berarti Hindhustan, dan kata NESOS berarti Pulau). Kata NESOS berasal dari akar kata yang merupakan pinjaman dari bahasa Sanskerta (India), yaitu kata Nusa. Wilayah yang terbentang melingkar di Khatulistiwa ini pernah pula disebut oleh bangsa asing dengan istilah “Insulinde”, artinya “Pulau-pulau disebelah timur Indus (Insula = Pulau, Hindhustan)”.

Karena itu dalam perkembangan negeri di Nusantara selanjutnya akan nampak jelas, bahwa masih ada negeri-negeri lainnya yang tumbuh dan berkembang pesat pada masa itu meskipun nantinya tidak muncul menjadi suatu kerajaan yang besar dan kuat. Adapun negeri-negeri yang berkembang tersebut adalah sebagai berikut ; Negeri yang pertama sekali dikunjungi pendatang asing di Nusantara, negeri yang mereka sebut sendiri dengan kata Pha-Limbham dan Lu-Shiangshe (264 – 195 sM).

Negeri Pha-Limbham berkembang menjadi kerajaan Tarumanagara (negeri yang merupakan cikal bakal dari kerajaan dan raja-raja Tarumanagara pada abad ke-II M hingga tahun 690 M), dan di Kalimantan berdiri kerajaan Kutei. Di Sumatera negeri-negeri yang telah ada dan juga berkembang adalah kerajaan Bhuddha Phã-mnalä-yû Crïviyäyâ (Sriwiyaya) pada tahun 15 sebelum Masehi (sM), kerajaan Hindhu Phã-mnalä-yû Crï-Iňdrâpurä Miňangatämvàn dan kerajaan Hindhu Phã-mnalä-yû Tulang Bawang masing-masing telah ada pada tahun 10 sebelum Masehi (sM). Kerajaan Hindhu Phã-mnalä-yû Crï-Iňdrâpurä Miňangatämvàn di abad ke-XIV M pada masa pemerintahan Adityawarman (dinasti Mãulīvärmmaděvà) rajanya telah menganut ajaran Hindhu-Bhuddha (Syncretisme), dan raja ini tetap mengaku dirinya sebagai Mahapatih dari kerajaan Majapahit, dan Raja Phã-mnalä-yû inilah yang menyerang kerajaan Bhuddha Phã-mnalä-yû Crïviyäyâ.

Tujuh negeri yang disebutkan-sebut itu semuanya berada di pesisir pantai dan sungai. Namun perlu dijelaskan bahwa letak kerajaan Hindhu Phã-mnalä-yû Crï-Iňdrâpurä Miňangatämvàn dengan ibunegeri Crï-Iňdrâpurä adalah negeri yang di sebut-sebut dalam naskah kuno sebuah negeri yang terletak di muara sungai Kampar atau mungkin juga lebih tepat disebut negeri yang terletak menghadap kelaut (Kerajaan itu memiliki pelabuhan laut dan pelabuhan sungai). Dengan demikian jelaslah bahwa kerajaan yang dimaksud bukan negeri / Kota Siak Sri Indrapura yang ada sekarang.

Sumber_ http://www.metrobengkulu.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=71

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s