Pemkab dan Unib “Kejar” Rp 650 M

Rakyat Bengkulu/Rabu, 20-Februari-2008

LEBONG – Pemkab Lebong kembali membuat terobosan terkait keseriusannya mewujudkan program kabupaten konservasi. Apa itu? Pemkab menjalin kerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (Unib) untuk membuat progam bersama yang pendanaannya diharapkan mendapat dukungan dari European Union.


Tak tanggung-tanggung, dana yang akan diusulkan senilai Euro 500 ribu atau setara Rp 650 miliar. Hal ini diungkapkan Bupati Lebong Drs. H. Dalhadi Umar, B. Sc kepada RB, siang kemarin. “Program pemberdayaan masyarakat pedesaan yang berbatasan dengan kawasan TNKS. Direncanakan, akan dilakukan selama 4 tahun. Dan sebagai bentuk keseriusan kami bermitra itu, kami telah menyatakan siap menyediakan dana sharing sebesar 20 persennya,” katanya.

Dalhadi mengakui, selama ini masih ada ketidaktepatan masyarakat memaknai kata konservasi. Cenderung dimaknai sebagai larangan, sehingga mendengar kata konservasi masyarakat langsung mengartikannya sebagai larangan memanfaatkan ataupun mengelola kawasan hutan. Padahal tidak. Masyarakat tetap diperkenankan. Hanya saja polanya harus selaras dengan nilai-nilai pelestarian.

“Banyak produk yang bisa dihasilkan. Tapi memang produk bukan berupa kayu. Atau istilah lainnya hasil hutan non-kayu atau non-timber forest product. Bisa berupa madu, rotan atau lainnya. Nah, kegiatan yang kami buat itu mengarah pada pemanfaatan dan pengelolaan hasil hutan non-kayu,” kata Dalhadi.

Menariknya, kata Dalhadi, perwujudan kabupaten konservasi ternyata mempunyai arti penting bagi Unib. Apalagi se-Indonesia hanya 4 perguruan tinggi yang membantu agar kabupaten konservasi berhasil diujicobakan sehingga menjadi model pembangunan di Indonesia. Jika berhasil, Unib pun akan menjadi salah satu perguruan tinggi yang akan mendapatkan posisi tertentu di nasional maupun internasional. “Begitu pentingnya, sampai-sampai Dekan Fakultas Pertanian menyatakan siap menugaskan beberapa orang doktor guna membantu Pemkab Lebong,” kata Dalhadi.

Terpisah, Pembantu Rektor IV Unib Hutapea saat dihubungi via ponsel membenarkan adanya kerjasama tersebut. Hanya saja, untuk detailnya dia menyarankan langsung menghubungi Dekan Fakultas Pertanian Unib Yuwana, Ph. D. Sayangya, saat dihubungi Yuwana belum bersedia dikonfirmasi. Alasannya, sedang mengikuti rapat.

Sekadar diketahui, dalam rangka mewujudkan kabupaten konservasi, Bupati Lebong telah dianugerahi penghargaan Bupati Peduli Kehutanan dan Menuju Indonesia Hijau dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara itu, Penasehat Teknis Lingkungan Hidup Unesco, Suer Suryadi mengatatakan terobosan Dalhadi terkategori sulit ditemukan di Indonesia. Apa yang dicita-citakan Dalhadi, sambungnya, terkategori social capital (kekayaan sosial, Red) yang langka. Tidak bisa dibeli dengan uang. (dmi)

By Akar Foundation Posted in Lebong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s