Jalan Muara Kulam – Mersib Ulu Tembus lebih kurang 6 Km

Radar Pat Petulai Mura, 08 Februari 2008

Musi Rawas RPP – Komitmen 3 Kepala Daerah Kabupaten Musi Rawas, Surolangun
dan Lebong untuk membuka akses keterisolasian daerah akan terwujud, pasalnya
salah satu jalan alternatif yang menghubungi Kecamatan Muara Kulam (Mura) ke
Desa Mersib Kecamatan Limun kabupaten Surolangun telah tembus dan hanya bisa
dilewati oleh kendaraan roda dua. Kendaraan jenis inipun harus diangkut atau
ditarik dengan tali sehingga bisa naik jelan berikutnya.

Rozak (56) warga Desa Mersib mengatakan sebenarnya jarak antara muara kulam
dan mersib hanya bekisar 6 Km, tetapi untuk saat ini jalan yang baru dibuat
tersebut hanya bisa dilewati oleh sepeda motor.”kalau jembatan yang masuk
pada daerah muara kulam sudah dibuat maka jalur transportasi antara kedua
daerah ini akan dekat. Masyarakat kedua daerah ini masih kesulitan untuk
saling mengunjungi kedua daerah dikarenakan anak sungai dekat muara kulam
belum dibuat sehingga untuk samapai ke seberang anak sungai kendaraan
tersebut harus ditarik atau diangkat.”katanya.

Dikatakan rozak, kalau jalan tersebut telah bagus dan dapat dilewati oleh
kendaraan roda 4 maka jalan tersebut akan menjadi jalan alternatif
masyarakat untuk keluar daerah.”masyarakat disini banyak memiliki kebun
karet dan hasil karet tersebut kalau dijual kedaerah ini sangat murah,
tetapi kalau jalan tersebut sudah bagus maka harga karet kami bisa lebih
mahal lagi.”ujarnya sembari mengatakan kenapa harga getah karet mahal karena
biaya trasfortasinya mahal.

Ketika ditanya kapan jalan ini mulai dibuka? Rozak melanjutkan jalan
tersebut telah dibuka sejak 4 bulan yang lalu.”kalau jalan dari muara kulam
ke perbatasan propinsi jambi atau desa mersib dibangun oleh pemkab mura.
Sedangkan pembukaan jalan dari perbatasan tersebut ke mersib dibangun oleh
pemkab surolangun. Pembukaan jalan oleh pemkab mura dimulai sejak sesudah
hari raya idul fitri 1428 H, sedangkan untuk pemkab surolangun dari awal
bulan November 2007 yang lalu samapai sekarang.”katanya.

Dari pantauan koran ini, untuk pembukaan jalan untuk wilayah surolangun
masih dikerjakan dengan menggunakan buldoser, sedangkan untuk jalan Muara
Kulam ke perbatasan tidak dikerjakan lagi dan sepertinya jalan yang baru
dibuka dibiarkan ditumbuhi oleh semak-semak. Dan masyarakat kedua desa
tersebut terlihat sering memakai jalan tersebut.”saya dari mersib mau ke
Muara kulam dengan melewati jalan ini.”ujar salah satu warga ketika disapa
wartawan koran ini.

Papan Peringatan Balai Besar TNKS

Dugaan bahwa pembuatan jalan tersebut telah membelah kawasan TNKS,
dibuktikan dengan adanya papan informasi yang dikeluarkan oleh Balai Besar
Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang menginformasikan larangan
peningkatan jalan tembus Muara Kulam dengan Mersib dan Pembuatan jalan
tersebut dalam pengawasan Balai Besar TNKS. Berdasarkan Papan informasi
tersebut bahwa jalan tersebut telah memotong kawasan TNKS dan melanggar
Undang-undang No.50 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan
ekosistemnya, pasal 33 ayat 3 dan UU No.41 Tahun 1999 tentang kehutanan
pasal 50 ayat 3 hurup A dan E.

Walaupun Larangan tersebut telah dipasang tetapi pemerintah surolangun tetap
melakukan pembukaan dan pematangan jalan tembus tersebut. Sedangkan untuk
wilayah Muara Kulam tidak ditemui alat berat yang melakukan aktifitas
pembukaan jalan maupun pematangan jalan.(arc)

By Akar Foundation Posted in Info

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s