Proyek Jalan RP- Tj Bajak, Bermasalah?

Rakyat Bengkulu. Rabu, 14-Nopember-2007    
 
LEBONG – Komisi II DPRD Lebong mensinyalir pengerjaan proyek penetrasi jalan Rimbo Pengadang – Tanjung Bajak yang dibiayai APBD tahun 2007 senilai Rp 1,7 M, bermasalah. Hal tersebut diungkapkan setelah mereka mengecek hasil pengerjaan proyek tersebut kemarin siang.
 
Menurut Ketua Komisi II DPRD Lebong Affan Jauhari, SE, cukup banyak hal yang mereka temukan mengenai adanya ketidakberesan pengerjaan proyek tersebut. Diantaranya, tidak adanya papan proyek dan pemotongan tebing yang dilakukan pihak pelaksana menggunakan buldozer.Mestinya proyek yang telah dilakukan sejak pertengahan agustus lalu memiliki papan merek dan pemotongan tebing menggunakan menggunakan escavator. Bahkan kendati tindakan tersebut ditegur secara tertulis oleh Kepala Dinas PU, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan proyek bersangkutan dan pengawas proyek, namun pelaksananya tidak menggubris.

Bahkan, informasi yang kami terima, belum sekalipun pelaksanannya turun ke lapangan. Artinya, pelaksananya ini sudah terkategori nakal. Dan jika melihat kondisi hasil pengerjaan saat ini, kami yakin tidak akan selesai. Nah, kalau saja nantinya Dinas PU tetap menerima pekerjaannya, itu sudah sangat keterlaluan, kata Affan.

Disamping itu, Affan mengatakan pihaknya menemukan kejanggalan antara perencanaan dan kontrak kegiatan tersebut. Salah satunya mengenai panjang jalan yang akan dipenetrasi.

Dalam perencanaan panjang jalan tertulis 3,3 Km, namun dalam kontrak tertulis sepanjang 5 Km. Begitu pula lapisan endura, di gambar perencanaan ada tapi di gambar kontrak tidak ada. Kami pun melihat ada ketidakcermatan pihak pemberi kerja dalam hal ini Dinas PU terhadap pekerjaan tersebut. Masa antara perencanaan dan kontrak tidak sama, kata Affan.

Dilain pihak, Affan mengaku pihaknya kecewa dengan Dinas PU. Pasalnya, kegiatan mereka untuk mengecek proyek tersebut terkesan dihalangi. Indikasinya, selain tidak mengirimkan utusan yang kompeten, Dinas PU pun tidak memberikan bahan yang kami minta.

Untung kami bertemu dengan pengawasnya di lapangan. Kalau tidak, tentunya pekerjaan kami untuk mengecek ini akan terkendala, kata Affan.

Sementara itu, Pengawas Proyek Dinas Budi Utomo, enggan memberikan komentar banyak. Bahkan menurutnya dia mengalami kebingungan dalam mengawas proyek tersebut. Jangan tanya saya pak. Saya sekarang ini dalam kondisi bingung. Khawatir nanti saya salah omong, kata Budi. (dmi)

By Akar Foundation Posted in Lebong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s