<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Aliansi Masyarakat Adat Rejang Tapus Pat Petulai</title>
	<atom:link href="http://amarta.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amarta.wordpress.com</link>
	<description>Aliansi Masyarakat Adat Rejang Tapus Pat Petulai</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Oct 2009 00:55:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Lagu Rejang oleh Viki</title>
		<link>http://amarta.wordpress.com/media/lagu-rejang/#comment-120</link>
		<dc:creator>Viki</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 00:55:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amarta.wordpress.com/media/lagu-rejang/#comment-120</guid>
		<description>mangstabh!!!!! 
ado terjemahannyo dak ko????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mangstabh!!!!!<br />
ado terjemahannyo dak ko????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Seni dan Budaya Rejang dan Persoalannya oleh omen</title>
		<link>http://amarta.wordpress.com/2009/03/13/seni-dan-budaya-rejang-dan-persoalannya/#comment-119</link>
		<dc:creator>omen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 03:35:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amarta.wordpress.com/?p=286#comment-119</guid>
		<description>Salam Kenal,
Salam budaya,

Saya ucapkan permisi, saya warga yang baru saja tinggal dalam hitungan jari di kota Lebong,

Suasana menuju lebog sungguh eksotis dengan suguhan jalan yang berkelok kelok menembus kampung kampung, lembng dan gunung.

Sungguh, saya percaya tentunya banyak yang indah diadalamnya.

salam budaya.

omen</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Kenal,<br />
Salam budaya,</p>
<p>Saya ucapkan permisi, saya warga yang baru saja tinggal dalam hitungan jari di kota Lebong,</p>
<p>Suasana menuju lebog sungguh eksotis dengan suguhan jalan yang berkelok kelok menembus kampung kampung, lembng dan gunung.</p>
<p>Sungguh, saya percaya tentunya banyak yang indah diadalamnya.</p>
<p>salam budaya.</p>
<p>omen</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Seni dan Budaya Rejang dan Persoalannya oleh herry</title>
		<link>http://amarta.wordpress.com/2009/03/13/seni-dan-budaya-rejang-dan-persoalannya/#comment-117</link>
		<dc:creator>herry</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 12:39:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amarta.wordpress.com/?p=286#comment-117</guid>
		<description>masarakat rejang juga ada di bengkulu utara</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masarakat rejang juga ada di bengkulu utara</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sejarah Asal Usul Komunitas Adat Rejang oleh franz</title>
		<link>http://amarta.wordpress.com/2008/02/20/sejarah-asal-usul-komunitas-adat-rejang/#comment-115</link>
		<dc:creator>franz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 07:26:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amarta.wordpress.com/2008/02/20/sejarah-asal-usul-komunitas-adat-rejang/#comment-115</guid>
		<description>Mak Johan 
saudaraku.. sekarang kamipun tinggal di taba mulan.. puyang kami juga asal sekayun 
tanya aja mak johan pasti kenal aku.. 

thank infonya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mak Johan<br />
saudaraku.. sekarang kamipun tinggal di taba mulan.. puyang kami juga asal sekayun<br />
tanya aja mak johan pasti kenal aku.. </p>
<p>thank infonya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengakuan Masyarakat Hukum Adat oleh iqbal</title>
		<link>http://amarta.wordpress.com/2008/03/27/pengakuan-masyarakat-hukum-adat/#comment-114</link>
		<dc:creator>iqbal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 21:12:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amarta.wordpress.com/2008/03/27/pengakuan-masyarakat-hukum-adat/#comment-114</guid>
		<description>NAMA                              : FAISOL UMAM

NIM                                  :B06208167

sip pak pengajiannya membuat aku terpesona lanjutkan pak dakwahnya / ceramahnya..........

faisolumamcyber1
usoldy@ymail.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>NAMA                              : FAISOL UMAM</p>
<p>NIM                                  :B06208167</p>
<p>sip pak pengajiannya membuat aku terpesona lanjutkan pak dakwahnya / ceramahnya&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>faisolumamcyber1<br />
<a href="mailto:usoldy@ymail.com">usoldy@ymail.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Bupati Lebong Dapat Penghargaan Presiden oleh airmayanti</title>
		<link>http://amarta.wordpress.com/2007/11/28/bupati-lebong-dapat-penghargaan-presiden/#comment-113</link>
		<dc:creator>airmayanti</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 03:28:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amarta.wordpress.com/2007/11/28/bupati-lebong-dapat-penghargaan-presiden/#comment-113</guid>
		<description>kebetulan saya saat ini sedang menulis konservasi, saya search ada satu situs bagus buat referensi Kabupaten Lebong untuk masalah konservasi, webnya sih masih ada sebagaian kecil bolong, tapi sudah bisa di jadikan refereensi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kebetulan saya saat ini sedang menulis konservasi, saya search ada satu situs bagus buat referensi Kabupaten Lebong untuk masalah konservasi, webnya sih masih ada sebagaian kecil bolong, tapi sudah bisa di jadikan refereensi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Seni dan Budaya Rejang dan Persoalannya oleh indra</title>
		<link>http://amarta.wordpress.com/2009/03/13/seni-dan-budaya-rejang-dan-persoalannya/#comment-112</link>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 04:09:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amarta.wordpress.com/?p=286#comment-112</guid>
		<description>setuju....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Seni dan Budaya Rejang dan Persoalannya oleh libra</title>
		<link>http://amarta.wordpress.com/2009/03/13/seni-dan-budaya-rejang-dan-persoalannya/#comment-111</link>
		<dc:creator>libra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 04:47:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amarta.wordpress.com/?p=286#comment-111</guid>
		<description>rejang (rejang lebong, harus lebih giat lagi dalam menggali seni budaya daerah.
hal yang perlu dilakukan oleh pemda dan masyarakat daerah ialah lebih giat dalam mempublikasikan seni budaya dan adat istiadat rejang lebong keseluruh wilayah indonesia..karna rejang  mempunyai potensi untuk dikenal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>rejang (rejang lebong, harus lebih giat lagi dalam menggali seni budaya daerah.<br />
hal yang perlu dilakukan oleh pemda dan masyarakat daerah ialah lebih giat dalam mempublikasikan seni budaya dan adat istiadat rejang lebong keseluruh wilayah indonesia..karna rejang  mempunyai potensi untuk dikenal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Lebong Bisa Kembali ke RL oleh robby</title>
		<link>http://amarta.wordpress.com/2008/03/09/lebong-bisa-kembali-ke-rl/#comment-110</link>
		<dc:creator>robby</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 19:25:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amarta.wordpress.com/2008/03/09/lebong-bisa-kembali-ke-rl/#comment-110</guid>
		<description>ya lebih baik seperti itu, kalau tidak lebong bisa ketinggalan dari kabupaten lain. saya harap lebong bisa jadi kab berkembang.AMIN</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya lebih baik seperti itu, kalau tidak lebong bisa ketinggalan dari kabupaten lain. saya harap lebong bisa jadi kab berkembang.AMIN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Dikecam! Papan Merek Mesjid Dicabut oleh Eka "AMBUNG" Rakhmat</title>
		<link>http://amarta.wordpress.com/2009/03/03/dikecam-papan-merek-mesjid-dicabut/#comment-109</link>
		<dc:creator>Eka "AMBUNG" Rakhmat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 03:03:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amarta.wordpress.com/2009/03/03/dikecam-papan-merek-mesjid-dicabut/#comment-109</guid>
		<description>Sebenarnya masalah perbatasan (teritorial) antara Kab. Lebong dengan Kab. Bengkulu Utara tak perlu di bawa ke arah konflik fisik, seperti yang di katakan oleh Basing Ado. Jangan mudah &quot;TERPROVOKATOR&quot; dengan hal-hal yang bersifat memecah belah, amati dan analisis dari berbagai aspek baru komentari. 
HATI boleh &quot;PANAS&quot;,tapi KEPALA tetap dingin. Duduk bersama antara Aparat pemerintah (Provinsi, Kab. Lebong dan BU) serta tokoh masyarakat yang ada di sekitar daerah yang menjadi &quot;konflik&quot; tersebut.
Mengapa demikian, antara penduduk Kab. Lebong terutama daerah Lebong Atas (Daed) dengan penduduk BU masih punya pertalian darah/asal-usul nenek moyang yang sama. Sebagai contoh, bahasa, seni dan budaya mempunyai persamaan yang besar. Jangan hanya karena KEPENTINGAN yang tak jelas juntrungannya, melibat masyarakat secara luas yang pada dasarnya tidak peduli dengan perbatasan dan jangan memperuncing serta membesar-besarkan masalah yang ada. Sebenarnya, masalah perbatasan inikan telah menjadi masalah yang lama, ketika Kab. Lebong masih bergabung dengan kabupaten Induk(Kab. Rejang Lebong). Namun sayang, waktu itu KADIRMAN, SH. sewaktu menjadi SEKDA Kab. Rejang Lebong tidak pernah melontarkan masalah perbatasan.
Dan juga sewaktu awal Kab. Lebong di definitifkan tidak pernah terbahas. Hal ini saya ketahui saat pulang kampung (ke Kelurahan Kampung Jawa) dan bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat Kampung Jawa, Desa Tunggang, Desa Lebong Donok dan Desa Gunung Alam, ini tidak terbahas. Ketika pada tahun 2002 sedang santer-santernya pemekaran/pembentukan Kab. Lebong, masalah perbatasan terabaikan. Sebelumnya tak ada masuk agenda padahal masalah perbatasan wilayah (teritori)sangat urgen untuk pengembangan potensi yang ada yang berujung kepada kesejahteran masyarakat. Tapi hal itu &quot;dilupakan&quot;. Koq sekarang pada RIBUT, berarti pembentukan Kab. Lebong karena KEPENTINGAN orang Lebong yang merasa PINTARkan dan &quot;haus&quot; kekuasaan ketika di tempat lain tak sanggup &quot;bersaing&quot;kan?   
Ini sebuah jawaban untuk Dang Basing Ado.
Wassalam Anok Jang Kampung Jawai Neak Ratau.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya masalah perbatasan (teritorial) antara Kab. Lebong dengan Kab. Bengkulu Utara tak perlu di bawa ke arah konflik fisik, seperti yang di katakan oleh Basing Ado. Jangan mudah &#8220;TERPROVOKATOR&#8221; dengan hal-hal yang bersifat memecah belah, amati dan analisis dari berbagai aspek baru komentari.<br />
HATI boleh &#8220;PANAS&#8221;,tapi KEPALA tetap dingin. Duduk bersama antara Aparat pemerintah (Provinsi, Kab. Lebong dan BU) serta tokoh masyarakat yang ada di sekitar daerah yang menjadi &#8220;konflik&#8221; tersebut.<br />
Mengapa demikian, antara penduduk Kab. Lebong terutama daerah Lebong Atas (Daed) dengan penduduk BU masih punya pertalian darah/asal-usul nenek moyang yang sama. Sebagai contoh, bahasa, seni dan budaya mempunyai persamaan yang besar. Jangan hanya karena KEPENTINGAN yang tak jelas juntrungannya, melibat masyarakat secara luas yang pada dasarnya tidak peduli dengan perbatasan dan jangan memperuncing serta membesar-besarkan masalah yang ada. Sebenarnya, masalah perbatasan inikan telah menjadi masalah yang lama, ketika Kab. Lebong masih bergabung dengan kabupaten Induk(Kab. Rejang Lebong). Namun sayang, waktu itu KADIRMAN, SH. sewaktu menjadi SEKDA Kab. Rejang Lebong tidak pernah melontarkan masalah perbatasan.<br />
Dan juga sewaktu awal Kab. Lebong di definitifkan tidak pernah terbahas. Hal ini saya ketahui saat pulang kampung (ke Kelurahan Kampung Jawa) dan bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat Kampung Jawa, Desa Tunggang, Desa Lebong Donok dan Desa Gunung Alam, ini tidak terbahas. Ketika pada tahun 2002 sedang santer-santernya pemekaran/pembentukan Kab. Lebong, masalah perbatasan terabaikan. Sebelumnya tak ada masuk agenda padahal masalah perbatasan wilayah (teritori)sangat urgen untuk pengembangan potensi yang ada yang berujung kepada kesejahteran masyarakat. Tapi hal itu &#8220;dilupakan&#8221;. Koq sekarang pada RIBUT, berarti pembentukan Kab. Lebong karena KEPENTINGAN orang Lebong yang merasa PINTARkan dan &#8220;haus&#8221; kekuasaan ketika di tempat lain tak sanggup &#8220;bersaing&#8221;kan?<br />
Ini sebuah jawaban untuk Dang Basing Ado.<br />
Wassalam Anok Jang Kampung Jawai Neak Ratau.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
