Publikasi
Patang Setumang
Oleh Erwin S Basrin
Patang setumang adalah pilosofi dalam sistem peradaban Rejang dalam mengaplikasi sistem komunal yang lebih besar atau sistem pertemanan yang lebih kecil, Patang dalam bahasan Rejang adalah larangan dengan beberapa konsekwensi ketika dilanggar, Setumang adalah berpisah, berpisah ini diterjemahkan secara holistik yang mencakup beberapa dimensi kehdupan dengan berbagai tahapan generasi.
Politik Ekologi Sosial
oleh: Graham Baugh
Terjemahan ini petikan dari The Politics of Social Ecology, salah satu esai yang dimuat dalam kumpulan Renewing the Earth, The Promise of Social Ecology. Ini kumpulan yang merayakan karya Murray Bookchin.
Satu pemikiran sentral ekologi sosial adalah bahwa dominasi manusia atas alam berakar dari dominasi manusia yang satu terhadap manusia lainnya. [...]
Konservasi Biaya Tinggi
Oleh : Dradjat Suhardjo
Pengelola Magister Teknik Sipil dan Perencanaan dan Pusat Studi Lingkungan UII
Bencana silih berganti di negeri yang kita cintai ini. Musibah seakan tak kunjung henti. Gempa, tsunami, gunung meletus, luapan lumpur, tanah longsor, tebing runtuh, banjir ulangan, kebakaran hutan adalah bencana yang akan terus terjadi.
Persoalan yang sangat mendasar adalah bagaimana menekan akibat [...]
Posisi Petani dalam Penelitian Sosial: Arena Pertempuran Kuasa
Ditulis Oleh Sadikin
Perhatian kalangan ilmuwan sosial terhadap kaum petani (peasant), khususnya yang mencuat setelah Perang Dunia Kedua (era Perang Dingin) terutama didorong oleh peran mereka (petani) dalam gerakan sosial – pemberontakan dan revolusi.
Seperti dicatat oleh Clammer, “…proporsi terbesar populasi pedesaan di dunia (dan oleh karena itu populasi terbesar secara total) adalah “petani”, dan [...]
Reforma Agraria Sebagai Alat Pemberdayaan Rakyat
Ditulis Oleh Angky B. Putrantyo*
Reforma agraria bukanlah isu baru bagi rakyat Indonesia, di era 1960-an isu ini lebih dikenal dengan nama Landreform dan dituduh sebagai sebuah gerakan komunis pada saat itu. Membicarakan landreform atau reforma agraria bukanlah membahas komunis atau bukan komunis, konsep ideal reforma agraria yang pernah ada di Indonesia—UUPA 1960 & [...]
ASAL BAHASA REJANG
Richard McGinn
Ohio University
Ringkasan
Di dalam tulisan[1] ini, kami mengajukan tiga hipotesa yang secara logis tidak perlu diterima sekaligus atau sebagai gabungan. Ketiga-tiganya didasarkan atas perbandingan bahasa-bahasa, terutama perbandingan kosakata sehari-hari termasuk bentuk (struktur) perkataan.
1. Bahasa Rejang adalah anggota kelompokbesar “Austronesia” dan subkelompok “Melayu-Polynesia” dan turun dari bahasa induk purba yang bernama Melayu-PolinesiaPurba.
2. Dialek-dialek Rejang adalah [...]
Pernyataan Bersama
Aliansi Masyarakat Adat Rejang Tapus Pat Petulai (AMARTA)
AKAR Foundation Bengkulu
POKJA PSDA Lebong
Pada Peringatan Hari Ulang Tahun ke-9 Aliansi Masyarakat Adat Nusantata (AMAN)
Masyarakat Adat merupakan unsur terbesar pembentuk Negara Bangsa (Nation State) yang memiliki Potensi sumber daya alam yang melimpah ini adalah warisan leluhur sebagai modal dasar bagi kehidupan masyarakat adat dalam [...]
Read Full Post | Make a Comment ( None so far )Keselamatan Alam vs Kepentingan Korporasi
Oleh: Muslimin Nasution (Presidium ICMI)
Terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2008 tertanggal 4 Februari 2008 patut membuat masyarakat terkejut. PP itu melegalkan pertambangan di kawasan hutan lindung. Padahal, Pasal 38 Ayat (4) UU Kehutanan menyebutkan, ”Pada kawasan hutan lindung dilarang melakukan penambangan dengan pola pertambangan terbuka.”
Luas kawasan lindung Indonesia sekitar 55-an juta hektare dan 31 [...]
Manusia, Alam, dan Keamanan
Penulis: Toeti Adhitama, Ketua Dewan Redaksi Media Group
Sumber_Media Indonesia http://www.mediaindonesia.com/berita.asp?id=152364
Rupanya belum banyak yang sadar akan ancaman perubahan iklim global dan belum semua sepakat tentang cara penanganannya. Bahkan masih ada tamu asing yang mengatakan, “Mendatangkan ribuan orang ke Bali hanya membuang-buang dana. Dana bisa untuk hal yang lebih penting.” Ia rupanya penganut kutub yang dengan [...]
Budaya Gincu dan Ilmu
Adian Husaini
Dosen Pascasarjana Pendidikan dan Pemikiran Islam UIKA, Bogor
Pada 29 September 2007 ini, Institut for the Studi of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) Jakarta menyelenggarakan sebuah seminar tentang dampak kerusakan ilmu dan pendidikan terhadap masyarakat. Seminar ini sangat penting, di tengah meruyaknya keprihatinan banyak cendekiawan terhadap kondisi dan arah pendidikan Indonesia saat ini.
INSISTS, dalam berbagai [...]
« Previous Entries


