Berita dari Kampung
Seni dan Budaya Rejang dan Persoalannya
oleh Erwin S Basrin
Suku Rejang adalah salah satu suku tertua di pulau Sumatra selain suku Bangsa Melayu, argumen ini dikuatkan bahwa Suku Rejang ini telah memiliki tulisan dan bahasa sendiri, ada perdebatan-perdebatan panjang mengenai asal-usul Suku Rejang, selain sejarah turun temurun beberapa tulisan tentang rejang ini adalah tulisan John Marsden (Residen Inggris di Lais, tahun [...]
Bengkulu Dalam Bahasa dan Perbandingan
Penulis Buku dan Insan Pers, Jakarta Timur
http://metrobengkulu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=64&Itemid=29
Bahasa Bengkulu adalah kesatuan bahasa yang ada di Provinsi Bengkulu, oleh karena itu, tidak satupun suku yang berhak mengatakan, bahwa bahasanya adalah bahasa Bengkulu yang paling benar.
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi antara makhluk satu dengan lainnya. Bahasa akan selalu berkembang tergantung pada trendy bahasa yang digunakan–Bahasa [...]
RA.Kartini Seorang Feminis?
Oleh: Fakhruddin Halim
Jurnalis Tinggal di Kota Pangkalpinang
Sejarah, penggal waktu yang telah ditinggalkan. Sejarah, hanyalah saksi bisu yang bergantung pada kacamata manusia untuk membacanya. Sejarah bisa berarti beda jika kacamata baca manusia juga berbeda. Adalah sebuah keharusan untuk membaca sejarah secara obyektif berdasarkan fakta.
Demikian halnya dengan perjuangan Kartini. Benarkah Kartini pejuang emansipasi dan feminisme? Atau tidak [...]
Benarkah, Hanya Ada Satu Suku Rejang ?
Ditulis Oleh Hakim Benardie Sabrie Penulis Buku dan Insan Pers, Jakarta Timur Jumat, 18 April 2008
“Benarkah, hanya ada satu suku Rejang?”. Memang suatu pertanyaan yang sangat menggelitik bagi setiap orang yang mendengarkannya, terutama mereka yang memang berasal dari Suku Rejang. Bagi penulis, “Suku Rejang itu hanya satu”. Mereka semua berasal dari [...]
Peradilan Adat Rejang dan Penomena
Oleh: Erwin S Basrin
Keberadaan peradilan adat di tanah Rejang sudah berlangsung untuk kurun waktu yang cukup lama, jauh sebelum agama Islam masuk ke Tanah Rejang dimulai ketika zaman Ajai dan Bikau, negeri yang terletak disepanjang Bukit Barisan ini penduduknya sudah lama melaksanakan tata tertib peradilannya menurut hukum adat. Pada masa penjajahan peradilan adat tetap bertahan [...]
Bengkulu dalam Sejarah Maritim Indonesia
http://www.metrobengkulu.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=110 okRabu, 12 Maret 2008
Oleh: Hakim Benardie Sabrie
*Penulis tinggal di Jakarta Timur
Kedatangan Bangsa Asing
Perjalanan panjang sejarah maritim Indonesia hampir sama tuanya dengan perkembangan peradaban suku anak bangsa di Nusantara. Perjalanan panjang sejarah itu, telah memperkaya hasanah bahasa dan mewarnai budaya bangsa Indonesia.
Perkembangan peradaban suku bangsa maritim di Nusantara itu tidak terlepas dari berkembang [...]
Ratu Samban berhak menjadi Pahlawan Nasional
Oleh : Hakim Benardie Sabri
Belanda Balik Menyerang, Sejak peristiwa gugurnya dua pejabat kolonial Belanda pada tahun 1873, pemerintah kolonial Belanda tidak henti-hentinya mengejar dan mencari terus Mardjati alias Ratu Samban yang disebut-sebut sebagai pahlawan oleh anak negeri.
Laki-laki berperawakan besar dan tinggi dengan rambut pancang terurai ini tidak mudah diperdayakan Belanda. Setiap rakyat yang ditemui [...]
Pelurusan Fakta: Bengkulu Dalam Lintasan Sejarah
Oleh: Hakim Benardie Sabrie
Dunia Baru, Negeri Indonesia juga pernah disebut dengan kata Antara – Nusa (Nusantara), Jabadhiou atau Javadhvipha, sebagai mana nama negeri yang pernah diperintahkan Nabi Sulaiman as kepada pelaut Phoenisia, untuk mencari emas ke-negeri yang kaya itu. Negeri yang dimaksud adalah bernama Lu-Shiangshe di Provinsi Bengkulu atau Pha-Limbham di Provinsi Banten.
Sebutan [...]
Bengkulu Dalam Lintasan Sejarah
Oleh: Hakim Benardie Sabrie
Nama negeri Lu-Shiangshe (sekarang nama sungai Lusang) di Provinsi Bengkulu disebut dalam peta yang dibuat Strabo 63 sM- 21 M, seorang ahli Ilmu bumi bangsa Amasia Mesir, dan peta yang dibuat Claudius Ptolemaeus 127-151 M, seorang ahli ilmu bumi bangsa Yunani yang ditemukan 165 M. Claudius Ptolemaeus adalah putra kelahiran Iskandariah [...]
Siyen Kutai
Lamun hari tukinang hari, Hari tukinang sedang hari tinggi, siamang tu sedang redawe, Kelik sedang pekik rami, Angin sedang gugur daun, Gururlah daun remacang mudo, Gugur daun repinang mudo, Lubuk sedang begenjo ijo,Ratu sedang bebayang kuning, Becalang mudik milir, Bibik sedang laburan jemur, Bujang juare sedang mericik tue ayam, Bujang gadis rau ketenun, Ilanglah lading [...]
Read Full Post | Make a Comment ( None so far )« Previous Entries


