Tolak Kenaikan BBM, Belasan Mahasiswa Asal Lebong Demo
BE/Jumat, 30-Mei-2008
http://bengkuluekspress.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=5279
TUBEI, BE – Ini sejarah baru dalam pergerakan mahasiswa, khususnya di Kabupaten Lebong. Kendati pemerintah sudah memutuskan untuk menaikkan harga BBM, belasan mahasiwa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Peduli Lebong, Kamis (29/5) menggelar unjuk rasa menolak kenaikan BBM. Mereka menuntut pemerintah membatalkan kebijakan itu karena dinilai membebani masyarakat.
Selain pemerintah pusat, mahasiswa juga meminta Pemkab Lebong mendorong peningkatan status depot bensin dan solar di Lebong menjadi SPBU. “Kami minta DPRD membuat Perda yang mengatur distribusi dan harga bensin di tingkat pengecer. Dan aparat kepolisian hendaknya mengawasi dengan ketat agar tidak ada oknum yang berbuat curang,” ujar Korlap aksi Gustami.
Aksi yang berlangsung damai itu dimulai sejak pukul 09.00. Pendemo yang berangkat dari Curup sekitar pukul 06.00 itu menggelar aksinya dengan berjalan kaki dari Terminal Muara Aman menuju kawasan tugu Muara Aman.
Mahasiswa asal Lebong yang kuliah di STAIN Curup ini menggelar orasi beberapa saat sebelum akhirnya meluncur ke Kantor DPRD Lebong.
Namun, setibanya di sana anggota dewan yang diminta mendengarkan aspirasi itu tak kunjung muncul. Barulah beberapa saat kemudian tiga anggota dewan yang kebetulan berada di tempat menyambut mahasiswa. Mereka adalah Noharli SSos, Ahmad Gusti dan Drs Basing Ado. Tak lama menyusul Ir Mayda Yanti, M Gustiadi, dan Ketua DPRD Lebong H Armansyah M. SE.
Anggota Komisi II Noharli SSos yang menerima para mahasiswa mengatakan, pihaknya akan meneruskan aspirasi mahasiwa itu ke pemerintah pusat. Kami sudah minta pimpinan dewan agar mendantangani suratnya dan
dikirimkan ke pusat, kata Noharli. (467)
=grafis=
Tuntutan Aliansi Mahasiswa Peduli Lebong
1. Meminta Pemerintah membatalkan kenaikan BBM
2. Meminta Pemkab Lebong mengatur distribusi dan harga
BBM dan menertibkan pengecer
3. Mendesak Peningkatan status depot/kios bensin dan
solar menjadi SPBU
4. Meminta aparat kepolisian melakukan pengawasan
secara ketat distribusi BBM


