Lebong Bisa Kembali ke RL
|
BE/Rabu, 13-Februari-2008 |
|
|
|
|
LEBONG TENGAH, BE – Kabupaten Lebong dikhawatirkan kembali bergabung dengan kabupaten induk, Rejang Lebong. Ini jika pemerintah daerah tidak mampu meningkatkan kinerja dan pelayanan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kondisi ini dipicu rendahnya kemampuan dalam menyerap APBD. |
Dalam penjelasannya, Bupati Lebong Drs H Dalhadi Umar BSc mengakui rendahnya kualitas sumber daya manusia masih menjadi faktor dominan atau permasalahan utama yang berakibat pada rendahnya produktifitas daerah. “Keadaan tersebut secara agregatif berimplikasi pada rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dan kesejahteraan rakyat, serta lambannya progres pembangunan daerah,” kata Dalhadi.
Namun, Dalhadi mengajak semua pihak untuk tidak menyerah. Sebaliknya, kelemahan itu hendaknya menjadi penyemangat untuk mengejar ketertinggalan yang ada.
“Saya yakin dan percaya segenap anggota dewan akan mendukung pemikiran saya,” ujarnya. Menyadari kelemahan SDM, Dalhadi mengatakan bahwa dalam komposisi APBD 2008, pembangunan dan peningkatan SDM menjadi salah satu prioritas pembangunan. “Total belanja daerah yang berkaitan dengan peningkatan SDM mencapai Rp 44.731.340.000 atau sebesar 12,46% dari total belanja APBD,” sebut Dalhadi.
Dalhadi juga menyebutkan beberapa item prioritas lain seperti pelayanan kesehatan sebesar 6,5 % dari total APBD atau Rp 23.318.934.900, dan perluasan akses layanan pendidikan. Tahun anggaran 2008, Pemkab juga memprioritaskan peningkatan infrastruktur daerah dengan total anggaran mencapai 25, 98% dari APBD atau sebesar Rp 93 milyar lebih. Adapun besarnya APBD 2008 mencapai Rp 358.910.025.860,- atau meningkat sebesar 26,02% dari tahun 2007 yang sebesar Rp 284.786.901.285,-.
Silpa 2007 Rp 80 M
Indikasi rendahnya kinerja pembangunan tahun 2007 adalah besarnya jumlah anggaran sisa atau dana silpa, yakni mencapai Rp 80 miliar. Sementara pada tahun 2006 lalu, dana silpa Kabupaten Lebong mencapai Rp 40,3 M.
Meski demikian, Dalhadi menjelaskan, dana itu akan diproyeksikan untuk menutupi defisit anggaran sebesar Rp 68.821.530.705,-. Sebab dengan pengeluaran sebesar Rp 358.910.025.860 di atas, jumlah yang bisa ditutupi dari rencana penerimaan hanya mencapai Rp Rp 290.088.495.155,-. Rencana pendapatan ini naik sebesar 22,10% dari tahun anggaran 2007 yang hanya mencapai Rp 237.582.525.155,-
“Karena itu kami berharap agar pembahasan rancangan ini bisa dirampungkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sehingga proses pembangunan yang sudah kita rencanakan dan sepakati dapat segera dilaksanakan,” ujar Dalhadi. (467)
Tabel Rancangan APBD Lebong TA 2008
No Uraian Jumlah
I Pendapatan Rp 290.088.495.155 (total)
A. PAD Rp 8.000.525.155
B. Dana Perimbangan Rp 268.112.770.000
C. Penerimaa Pembiayaan Rp 80.000.000.000
D. Pengeluaran Pembiayaan Rp 3.000.000.000
II Belanja Rp 358.910.025.860 (total)
A. Belanja Tidak Langsung Rp 93.500.000.000
B. Belanja Langsung Rp 265.410.025.860



ya lebih baik seperti itu, kalau tidak lebong bisa ketinggalan dari kabupaten lain. saya harap lebong bisa jadi kab berkembang.AMIN
robby
April 10, 2009